Jurnal Morome Volume 1, Nomor 2: Analisis Kelayakan Tanaman Kakao Hasil Sambung Samping di Kabupaten Konawe

  • Suharjo Dosen Tetap Fakultas Pertanian Universitas Lakidende
Keywords: Sambung Samping Tanaman Kakao, Kelayakan Investasi, Discount Factor, Analisis Sensitivitas

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa secara finansial rehabilitasi tanaman kakao melalui teknologi sambung samping layak dilakukan sehingga tidak diperlukan penanaman kakao dari awal.

Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Konawe pada bulan April s/d Juli 2012. Penentuan sampel dilakukan secara Stratified Random Sampling berdasarkan umur tanaman sebanyak 300 orang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Variabel Kelayakan Investasi dengan analisis finansial discount factor (df) sebesar 18 persen dan analisis sensitivitas dengan menggunakan tiga skenario perubahan yaitu perubahan harga produksi, perubahan jumlah produksi, dan perubahan harga input (kategori layak).

Hasil analisis financial menunjukkan nilai IRR 57,84 persen lebih besar dari suku bunga bank pada saat sekarang yaitu 18 persen dengan NPV sebesar Rp 47.688.654 dan nilai NBCR sebesar 4,10.

Hasil analisis sensitivitas menunjukkan (1) Jika terjadi penurunan harga produksi sebesar 20 persen nilai NPV pada df 18 persen sebesar Rp 24.222.718, NBCR yang diperoleh sebesar 2,58, dan Nilai IRR yang diperoleh sebesar 43,77 persen (kategori layak), (2) Jika terjadi penurunan jumlah produksi sebesar 18 persen nilai NPV pada df 18 persen sebesar Rp 26.569.317, nilai NBCR yang diperoleh sebesar 2,73 dan Nilai IRR yang diperoleh sebesar 44,65 persen (kategori layak), (3) Jika terjadi kenaikan harga input sebesar 15 persen nilai NPV pada df 18 persen sebesar Rp 37.242.521, nilai NBCR yang diperoleh sebesar 3,11., Nilai IRR yang diperoleh sebesar 48,67 (kategori layak).

Published
2019-10-31
Section
Articles